> ## Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://docs.skanesgalab.my.id/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# Panduan Instalasi Ubuntu 26 LTS Server (Subiquity)

> Langkah demi langkah instalasi Ubuntu 26 LTS Server edisi minimalis/standar: konfigurasi jaringan statis, partisi disk LVM kustom, setup OpenSSH, dan konfigurasi pasca instalasi.

Ubuntu Server edisi Long Term Support (LTS) adalah pilihan paling umum di industri cloud karena stabilitas 5 tahun pembaruan keamanan dan kompatibilitas perangkat keras yang luas.

***

## Persiapan Sebelum Instalasi

1. **Unduh File ISO:** Unduh berkas ISO resmi dari situs [releases.ubuntu.com](https://releases.ubuntu.com).
2. **Spesifikasi Minimal Rekomendasi:**
   * CPU: 2 Core 64-bit (x86\_64).
   * RAM: 2 GB (minimal 1 GB untuk versi minimal).
   * Penyimpanan: 20 GB ruang kosong harddisk/SSD.
   * Media Bootable: Flashdisk USB (dibuat menggunakan Rufus / BalenaEtcher) atau pasang langsung berkas `.iso` di Proxmox/VMware.

***

## Langkah demi Langkah Instalasi (Subiquity Text Installer)

Boot mesin dari installer ISO. Antarmuka teks resmi Ubuntu Server (*Subiquity*) akan memandu kamu:

```mermaid theme={null}
flowchart TD
    L1["1. Pilih Bahasa & Keyboard Layout (English US)"] --> L2["2. Tipe Instalasi (Ubuntu Server vs Minimal)"]
    L2 --> L3["3. Konfigurasi Jaringan (DHCP / Static IP)"]
    L3 --> L4["4. Konfigurasi Proxy & Mirror Arsip Repo"]
    L4 --> L5["5. Partisi Penyimpanan (Guided LVM vs Manual)"]
    L5 --> L6["6. Profil Pengguna (Username & Hostname)"]
    L6 --> L7["7. Instalasi & Import Kunci SSH (PENTING!)"]
    L7 --> L8["8. Paket Server Tambahan (Server Snaps)"]
    L8 --> L9["9. Proses Instalasi & Reboot"]
```

### Langkah 1: Bahasa & Keyboard

* Pilih bahasa: **English**.
* Layout keyboard: **English (US)** $\to$ pilih **Done**.

### Langkah 2: Tipe Instalasi

Installer menawarkan dua varian:

* **Ubuntu Server:** Dilengkapi kumpulan utilitas standar untuk memudahkan pengelolaan langsung.
* **Ubuntu Server (minimized):** Varian ultra-minimalis yang hanya memuat paket dasar esensial (sangat direkomendasikan untuk kontainer atau VM cloud yang ingin sangat hemat RAM).
* *Pilih varian standar lalu tekan **Done**.*

### Langkah 3: Konfigurasi Jaringan (Network Connections)

Secara default, Ubuntu akan mengambil IP otomatis dari router (DHCP). Untuk server produksi, sangat dianjurkan memasang **Static IP**:

1. Pilih interface kartu jaringan (contoh: `ens18` atau `eth0`) $\to$ pilih **Edit IPv4**.
2. Ubah dari *Automatic (DHCP)* menjadi **Manual**.
3. Masukkan konfigurasi jaringan:
   * **Subnet:** `192.168.1.0/24`
   * **Address:** `192.168.1.100` (IP Server yang diinginkan)
   * **Gateway:** `192.168.1.1`
   * **Name servers (DNS):** `1.1.1.1, 8.8.8.8`
4. Pilih **Save** $\to$ **Done**.

### Langkah 4: Mirror Arsip

Installer akan otomatis menguji kecepatan server mirror terdekat di Indonesia (misal `http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu`). Tekan **Done**.

### Langkah 5: Partisi Harddisk (Storage Configuration)

* Pilih opsi **Use an entire disk**.
* Pastikan opsi **Set up this disk as an LVM group** tercentang (memungkinkan kamu memperbesar kapasitas disk di masa depan tanpa harus mematikan server).
* *Tips Penting:* Secara default installer Ubuntu sering kali hanya mengalokasikan 50% kapasitas disk untuk partisi root `/` (sisa 50% disimpan di LVM Volume Group). Kamu dapat mengedit ukuran Logical Volume `ubuntu-lv` menjadi maksimal agar seluruh ruang SSD terpakai.
* Konfirmasi peringatan penghapusan data harddisk dengan memilih **Continue**.

### Langkah 6: Profil Pengguna & Hostname

Isi formulir identitas server:

* **Your name:** `Administrator`
* **Your server's name (Hostname):** `srv-ubuntu-prod`
* **Pick a username:** `admin-ops` (Ubuntu melarang login langsung menggunakan user `root` demi keamanan).
* **Choose a password:** Buat password yang kuat.

### Langkah 7: Konfigurasi OpenSSH Server (Wajib!)

* Centang opsi **Install OpenSSH server** (tekan tombol Spasi untuk mencentang `[X]`).
* Jika kamu memiliki akun GitHub, installer Ubuntu memiliki fitur canggih **Import SSH identity**: kamu cukup mengetikkan username GitHub-mu, dan installer akan otomatis mengunduh kunci publik SSH milikmu sehingga kamu bisa langsung login tanpa password!
* Tekan **Done**.

### Langkah 8: Server Snaps & Selesai

Abaikan daftar software snap opsional (pilih **Done**). Installer akan mengunduh paket pembaruan keamanan, memasang GRUB bootloader, dan menampilkan tulisan **Installation complete!**

Pilih **Reboot Now**, cabut flashdisk/ISO instalasi, dan biarkan server masuk ke sistem operasi baru.

***

## Langkah Wajib Pasca Instalasi (First-Boot Tasks)

Setelah server menyala kembali, buka terminal di laptopmu dan lakukan login remote via SSH:

```bash theme={null}
# Login SSH dari laptop
ssh admin-ops@192.168.1.100

# 1. Update seluruh repositori dan paket sistem ke versi terbaru
sudo apt update && sudo apt upgrade -y

# 2. Pasang beberapa utilitas diagnostik esensial
sudo apt install -y curl wget git htop net-tools ufw fail2ban

# 3. Aktifkan Firewall UFW (Izinkan port SSH terlebih dahulu agar tidak terkunci!)
sudo ufw allow OpenSSH
sudo ufw enable
sudo ufw status
```

*Server Ubuntu 26 LTS kamu kini telah aktif, aman, dan siap digunakan untuk kebutuhan hosting aplikasi atau lab!*


This documentation is built and hosted on [Mintlify](https://mintlify.com), a developer documentation platform.