Debian adalah “batu karang” sistem operasi Linux. Distro ini terkenal dengan stabilitas jangka panjang yang luar biasa dan konsumsi memori yang sangat minim. Server Debian minimalis tanpa antarmuka grafis dapat menyala hanya dengan RAM sekitar 60 MB - 90 MB!
Persiapan Instalasi
- Unduh File ISO: Unduh berkas Netinst (Network Installer) berukuran kecil (~600MB) dari situs resmi debian.org.
- Kebutuhan Sistem Minimum:
- CPU: 1 Core 64-bit.
- RAM: 512 MB (Sangat hemat!).
- Storage: 5 GB - 10 GB.
Langkah demi Langkah Instalasi (Debian Text Installer)
Boot mesin dari installer Debian. Pilih menu Install (Text Mode) atau Graphical Install (keduanya menghasilkan sistem yang identik).
Langkah 1: Bahasa, Lokasi, dan Keyboard
- Language: English.
- Country: other → Asia → Indonesia (atau United States untuk waktu UTC).
- Keymap: American English.
Langkah 2: Jaringan & Hostname
- Hostname: Beri nama server (contoh:
debian-server).
- Domain name: Kosongkan jika untuk homelab/latihan, atau isi domain kantormu (misal:
lab.internal).
Langkah 3: Password Root & User Akun
Installer Debian akan menanyakan dua jenis akun:
- Root Password: Masukkan kata sandi administrator utama (root).
(Catatan: Jika kamu sengaja mengosongkan root password, Debian akan secara otomatis mengaktifkan hak sudo untuk user reguler).
- User Creation: Masukkan nama lengkap (misal
Sysadmin Lab) dan username (misal debian-user), lalu buat password untuk akun ini.
Langkah 4: Partisi Harddisk
- Pilih Guided - use entire disk (atau Guided - use entire disk and set up LVM jika ingin partisi dinamis).
- Pilih harddisk target.
- Pada skema partisi, pilih opsi All files in one partition (recommended for new users).
- Pilih Finish partitioning and write changes to disk → pilih Yes untuk konfirmasi format.
Langkah 5: Package Manager Mirror
- Pilih negara mirror repositori: Indonesia.
- Pilih mirror terdekat (contoh:
kartolo.sby.datautama.net.id atau deb.debian.org).
- HTTP Proxy: Kosongkan jika terhubung internet langsung.
- Survey Partisipasi (Popcon): Pilih No.
Langkah 6: Software Selection (KUNCI SERVER MINIMALIS!)
Pada layar Software Selection, kamu akan melihat daftar pilihan perangkat lunak:
PENTING (KUNCI MINIMALIS):
HAPUS CENTANG PADA Debian desktop environment dan GNOME!
Pastikan HANYA ada 2 tanda bintang yang terpilih:
[*] SSH server
[*] standard system utilities
Tekan tombol Tab → pilih Continue.
Langkah 7: Install GRUB Boot Loader
- Pilih Yes saat ditanya Install the GRUB boot loader to your primary drive?.
- Pilih harddisk utama sistemmu (misal
/dev/sda atau /dev/vda).
- Setelah selesai, tekan Continue untuk reboot.
Konfigurasi Esensial Pasca Instalasi
Setelah reboot, server akan menampilkan layar konsol hitam dengan prompt teks login murni.
1. Login Pertama Kali & Konfigurasi Akses sudo
Secara default di Debian, user biasa yang baru dibuat belum memiliki akses perintah sudo:
2. Login Remotely via SSH dari Laptopmu
Sekarang kamu tidak perlu lagi menyentuh layar monitor server fisik. Kembali ke laptopmu, buka terminal dan login menggunakan IP server Debian:
3. Mengaktifkan Autentikasi SSH Key & Mematikan Login Password
Agar server Debian kamu aman dari serangan brute-force:
Selamat! Server Debian 13 minimalis headless kamu telah aktif dengan keamanan tinggi dan konsumsi memori super ringan! Last modified on October 26, 2026