Skip to main content
Ubuntu Server edisi Long Term Support (LTS) adalah pilihan paling umum di industri cloud karena stabilitas 5 tahun pembaruan keamanan dan kompatibilitas perangkat keras yang luas.

Persiapan Sebelum Instalasi

  1. Unduh File ISO: Unduh berkas ISO resmi dari situs releases.ubuntu.com.
  2. Spesifikasi Minimal Rekomendasi:
    • CPU: 2 Core 64-bit (x86_64).
    • RAM: 2 GB (minimal 1 GB untuk versi minimal).
    • Penyimpanan: 20 GB ruang kosong harddisk/SSD.
    • Media Bootable: Flashdisk USB (dibuat menggunakan Rufus / BalenaEtcher) atau pasang langsung berkas .iso di Proxmox/VMware.

Langkah demi Langkah Instalasi (Subiquity Text Installer)

Boot mesin dari installer ISO. Antarmuka teks resmi Ubuntu Server (Subiquity) akan memandu kamu:

Langkah 1: Bahasa & Keyboard

  • Pilih bahasa: English.
  • Layout keyboard: English (US) →\to pilih Done.

Langkah 2: Tipe Instalasi

Installer menawarkan dua varian:
  • Ubuntu Server: Dilengkapi kumpulan utilitas standar untuk memudahkan pengelolaan langsung.
  • Ubuntu Server (minimized): Varian ultra-minimalis yang hanya memuat paket dasar esensial (sangat direkomendasikan untuk kontainer atau VM cloud yang ingin sangat hemat RAM).
  • Pilih varian standar lalu tekan Done.

Langkah 3: Konfigurasi Jaringan (Network Connections)

Secara default, Ubuntu akan mengambil IP otomatis dari router (DHCP). Untuk server produksi, sangat dianjurkan memasang Static IP:
  1. Pilih interface kartu jaringan (contoh: ens18 atau eth0) →\to pilih Edit IPv4.
  2. Ubah dari Automatic (DHCP) menjadi Manual.
  3. Masukkan konfigurasi jaringan:
    • Subnet: 192.168.1.0/24
    • Address: 192.168.1.100 (IP Server yang diinginkan)
    • Gateway: 192.168.1.1
    • Name servers (DNS): 1.1.1.1, 8.8.8.8
  4. Pilih Save →\to Done.

Langkah 4: Mirror Arsip

Installer akan otomatis menguji kecepatan server mirror terdekat di Indonesia (misal http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu). Tekan Done.

Langkah 5: Partisi Harddisk (Storage Configuration)

  • Pilih opsi Use an entire disk.
  • Pastikan opsi Set up this disk as an LVM group tercentang (memungkinkan kamu memperbesar kapasitas disk di masa depan tanpa harus mematikan server).
  • Tips Penting: Secara default installer Ubuntu sering kali hanya mengalokasikan 50% kapasitas disk untuk partisi root / (sisa 50% disimpan di LVM Volume Group). Kamu dapat mengedit ukuran Logical Volume ubuntu-lv menjadi maksimal agar seluruh ruang SSD terpakai.
  • Konfirmasi peringatan penghapusan data harddisk dengan memilih Continue.

Langkah 6: Profil Pengguna & Hostname

Isi formulir identitas server:
  • Your name: Administrator
  • Your server’s name (Hostname): srv-ubuntu-prod
  • Pick a username: admin-ops (Ubuntu melarang login langsung menggunakan user root demi keamanan).
  • Choose a password: Buat password yang kuat.

Langkah 7: Konfigurasi OpenSSH Server (Wajib!)

  • Centang opsi Install OpenSSH server (tekan tombol Spasi untuk mencentang [X]).
  • Jika kamu memiliki akun GitHub, installer Ubuntu memiliki fitur canggih Import SSH identity: kamu cukup mengetikkan username GitHub-mu, dan installer akan otomatis mengunduh kunci publik SSH milikmu sehingga kamu bisa langsung login tanpa password!
  • Tekan Done.

Langkah 8: Server Snaps & Selesai

Abaikan daftar software snap opsional (pilih Done). Installer akan mengunduh paket pembaruan keamanan, memasang GRUB bootloader, dan menampilkan tulisan Installation complete! Pilih Reboot Now, cabut flashdisk/ISO instalasi, dan biarkan server masuk ke sistem operasi baru.

Langkah Wajib Pasca Instalasi (First-Boot Tasks)

Setelah server menyala kembali, buka terminal di laptopmu dan lakukan login remote via SSH:
Server Ubuntu 26 LTS kamu kini telah aktif, aman, dan siap digunakan untuk kebutuhan hosting aplikasi atau lab!
Last modified on October 26, 2026