Skip to main content

Mengapa Manajemen Inventaris Sangat Penting?

Dalam lingkungan produksi nyata, kamu tidak hanya mengelola 1 atau 2 server. Kamu mungkin mengelola puluhan server web, database primer dan sekunder, load balancer, serta server monitoring yang tersebar di berbagai lingkungan (Development, Staging, Production). Inventory adalah peta jalan bagi Ansible. Tanpa inventaris yang terorganisir dengan baik, kamu berisiko salah menjalankan skrip konfigurasi database ke server web, atau mengeksekusi patch pengujian ke server produksi!

Format Inventaris: INI vs YAML

Ansible mendukung format file .ini dan .yaml. Format YAML semakin populer karena lebih mudah dipadukan dengan struktur data yang bersarang (nested).

1. Format INI Tradisional (hosts.ini)

2. Format YAML Modern (hosts.yml)


Praktik Terbaik: Pemisahan group_vars dan host_vars

Menaruh variabel langsung di dalam berkas inventaris membuat file menjadi kotor dan sulit dibaca. Standar industri enterprise menggunakan struktur direktori khusus:

Contoh Isi group_vars/web.yml:

Ansible secara otomatis membaca direktori group_vars dan host_vars yang sejajar dengan file inventaris tanpa perlu dideklarasikan manual di playbook!

Pengenalan Dynamic Inventory (AWS / Cloud)

Bagaimana jika di cloud server kamu sering hidup dan mati secara dinamis (Autoscaling) sehingga IP address-nya selalu berubah? Menulis IP secara manual (Static Inventory) sudah tidak relevan. Ansible menyediakan fitur Dynamic Inventory Plugin (misal aws_ec2 plugin) yang secara otomatis meminta daftar IP aktif langsung ke API AWS berdasarkan Tag server: Contoh konfigurasi aws_ec2.yml:
Dengan skrip ini, ketika ada server baru dengan tag Role: web dinyalakan di AWS, server tersebut otomatis masuk ke dalam antrean eksekusi Ansible tanpa kamu harus mengedit file inventaris sama sekali.
Last modified on October 26, 2026