Komponen Utama Docker
Sebelum menjalankan perintah Docker, pahami 5 pilar inti berikut:
- Image: Cetak biru (blueprint) read-only yang memuat sistem operasi minimal, runtime, pustaka, dan kode aplikasi.
- Container: Instans atau wujud nyata dari Image yang sedang berjalan terisolasi.
- Volume: Tempat penyimpanan data persisten di luar siklus hidup Container agar data tidak hilang saat Container dihapus.
- Network: Lapisan virtual yang mengatur komunikasi antar-Container maupun akses keluar/masuk ke jaringan host.
- Docker Compose: Alat bantu berbasis berkas YAML untuk mengorkestrasi aplikasi multi-container secara terpadu.
Manajemen Docker Image
Image adalah bahan baku untuk membuat container.
1. docker pull (Mengunduh Image)
Mengunduh image dari registry (default: Docker Hub) ke mesin lokal.
2. docker images (Melihat Daftar Image)
Menampilkan semua image yang tersimpan di penyimpanan lokal komputermu.
3. docker build (Membuat Image dari Dockerfile)
Membangun image kustom dari instruksi berkas Dockerfile.
4. docker push (Mengunggah Image)
Mengunggah image buatanmu ke Docker Hub atau container registry privat.
5. docker rmi (Menghapus Image)
Menghapus satu atau beberapa image dari penyimpanan lokal.
Siklus Hidup Container
Container dibuat, dijalankan, dihentikan, dan dihapus menggunakan perintah siklus hidup berikut:
1. docker run (Membuat & Menjalankan Container Baru)
Perintah utama untuk mengeksekusi container dari sebuah image.
2. docker ps (Melihat Container Aktif)
3. docker stop (Menghentikan Container)
Mengirimkan sinyal SIGTERM secara halus agar container menyimpan prosesnya sebelum berhenti.
4. docker start (Menyalakan Kembali Container)
Menyalakan container yang sebelumnya berada dalam kondisi berhenti (Exited).
5. docker restart (Memuat Ulang Container)
Mematikan lalu menyalakan kembali container.
6. docker rm (Menghapus Container)
Menghapus container dari daftar (container harus dalam status berhenti terlebih dahulu).
Pemantauan & Diagnostik (docker logs)
Melihat catatan keluaran (standard output/error) dari aplikasi di dalam container untuk keperluan debugging:
Manajemen Penyimpanan (docker volume)
Volume digunakan agar data (seperti file database MySQL/Postgres) tetap aman meskipun container dihapus atau diperbarui.
Manajemen Jaringan (docker network)
Mengatur bagaimana container saling berbicara satu sama lain melalui DNS internal Docker.
Docker Compose (docker compose)
Docker Compose memudahkan pengelolaan multi-container (misal Web + API + Database) dalam satu berkas konfigurasi docker-compose.yml.
Contoh file docker-compose.yml:
Perintah Utama Docker Compose
Last modified on October 26, 2026