Skip to main content
Jika perintah Ad-Hoc hanya digunakan untuk tugas satu kali eksekusi (seperti ping atau reboot), maka untuk tugas konfigurasi sistem yang berulang kita menggunakan Ansible Playbook. Playbook adalah berkas teks berformat YAML yang mendeskripsikan kondisi akhir server yang kamu inginkan (Desired State).

Hands-On: Menyusun Playbook Pertama

Kita akan membuat playbook untuk:
  1. Memperbarui cache paket apt.
  2. Menginstal web server Nginx.
  3. Menyalin halaman HTML kustom.
  4. Memastikan layanan Nginx aktif dan berjalan (enabled & started).

1. Buat Berkas File HTML

Buat file index.html di direktori kerjamu:

2. Buat Berkas Playbook (deploy-web.yml)


Memahami Konsep Handlers

Di playbook di atas terdapat bagian handlers dan perintah notify: Restart Nginx Service.
  • Handler adalah tugas khusus yang hanya akan dijalankan jika ada perubahan nyata (changed) pada task yang memicu notifikasi tersebut.
  • Jika file index.html tidak mengalami perubahan sama sekali, Ansible tidak akan me-restart Nginx tanpa alasan. Inilah yang disebut prinsip efisiensi dan idempotensi.

Menjalankan Playbook

Sebelum mengeksekusi ke server asli, kamu bisa melakukan uji coba simulasi (Dry-Run):

Membaca Hasil Output Eksekusi:

  • ok (Hijau): Konfigurasi sudah sesuai, tidak ada perubahan yang perlu dilakukan.
  • changed (Kuning): Ansible berhasil melakukan tindakan perubahan baru (misal menginstall paket baru).
  • failed (Merah): Terjadi kesalahan (misal koneksi SSH terputus atau hak akses ditolak).
Last modified on October 26, 2026